PUSVETMA KEMENTAN LUNCURKAN APLIKASI VETMALANCE

SURABAYA, 17 November 2020. Bertempat di Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) yang merupakan salah satu unit kerja dibawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya melakukan inovasi di era globalisasi teknologi. Salah satunya, Pusvetma baru saja meluncurkan aplikasi yang diberi nama VetmaLance atau Veteriner Farma Layanan Cepat.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dr. Ir. Nasrullah M.Sc memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan oleh Pusvetma. Ia memastikan akan memberikan dukungan kepada Pusvetma yang menggagas aplikasi layanan cepat tesebut sebagai upaya baru strategi pemasaran.

“Ini sangat baik sebagai upaya baru strategi pemasaran. Kami akan berikan dukungan maksimal kepada Pusvetma untuk mengembangkan inovasinya,” ujar Nasrullah.

Ia menambahkan, inovasi yang dilakukan Pusvetma lewat aplikasi daring/online ini juga sekaligus menjadi jawaban dari tuntutan inovasi teknologi di era 4.0 yang serba online atau mengandalkan internet. Menurutnya, dengan masuk ke dunia online, maka akan memberi kemudahan bagi masyarakat.

“Apa yang dilakukan Pusvetma ini memberikan kemudahan dan akses yang luas kepada masyarakat untuk mendapatkan produk-dan informasinya,” imbuh Nasrullah.

Meski demikian, ia mengingatkan agar Pusvetma tidak terlena atas capaian inovasi yang positif ini. Nasrullah mengimbau agar Pusvetma terus melakukan evaluasi terhadap aplikasi VetmaLance ini.

Dengan evaluasi, lanjut Nasrullah, maka dapat diketahui apakah informasi tersampaikan atau tidak kepada masyarakat. Karena, tujuan dan harapan utama dari aplikasi ini adalah produk Pusvetma semakin banyak yang diminati dan digunakan masyarakat.

“Tentunya kami sangat mengapresiasi atas terobosan-terobosan yang dilakukan Pusvetma saat ini, dan aplikasi ini tentu harus selalu di update (membarui) serta di evaluasi apakah Aplikasi ini mampu melayani, terinfokan, efisien dan efektif,” paparnya.

Kepala Pusvetma, Agung Suganda menjelaskan, Aplikasi VetmaLance merupakan aplikasi penjualan berbasis mobile android dan website yang tentunya terkoneksi dengan internet. Dengan aplikasi ini pengguna dapat melakukan transaksi pembelian produk-produk untuk kesehatan hewan produksi Pusvetma secara online.

Seperti halnya aplikasi penjualan online atau e-commerce lainnya, Aplikasi VetmaLance ini dirancang mudah untuk digunakan dan dilengkapi fitur tracking atau pemantauan guna mengetahui sampai dimana proses barang yang dipesan. Pengguna juga dapat melakukan pembayaran menggunakan internet/mobile banking serta pembayaran mudah lainnya.

Hal ini dapat dilakukan sendiri secara mudah oleh pengguna aplikasi. Di samping itu, VetmaLance juga diyakini memiliki keunggulan dan perbedaan dari e-commerce lainnya.

“Perbedaan Vetmalance yaitu, aplikasi ini dibuat secara khusus untuk penjualan atau pembelian produk BLU yang memiliki prosedur khusus termasuk produk yang membutuhkan persyaratan spesifik dalam pengemasan dan pengirimannya,” jelas Agung.

Selain itu, dengan aplikasi ini pelanggan dapat memantau status pesanannya. Feedback atau umpan balik juga diaplikasikan di VetmaLance, harapannya produsen dapat mengetahui keluhan atau masukan dari pengguna secara cepat.

Agung menambahkan, aplikasi VetmaLance ini juga dirancang untuk memungkinkan dipergunakan bagi instansi pemerintahan yang menggunakan anggaran APBN dan APBD.

 

Narahubung:

https://ditjenpkh.pertanian.go.id/
Drh. Agung Suganda, M.Si
Kepala Pusat Veteriner Farma
Ditjen PKH, Kementan RI

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Syahrul: Pembagian Pupuk dan Benih Jangan Terlambat!

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Syahrul: Pembagian Pupuk dan Benih Jangan Terlambat!
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Syahrul: Pembagian Pupuk dan Benih Jangan Terlambat!

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menghadiri rapat pimpinan bersama jajaran Ditjen Tanaman Pangan, Kementan, Jumat (6/3/2020). Dalam rapat ini, Mentan berharap distribusi pupuk dan pembagian benih dilakukan tepat sasaran dengan penerima utama para petani miskin.

“Untuk itu, saya minta kalian turun langsung ke lapangan. Bagi bibit jangan terlambat dan beri pupuk kepada petani yang benar-benar membutuhkan,” ujar Syahrul dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Syahrul berharap, Ditjen TP melalui perangkat pusat komando strategi Tanaman Pangan mampu mewujudkan cita-cita swasembada serta ketahanan pangan secara nasional. Dengan begitu, kesejahteraan petani bisa meningkat secara cepat.

“Saya berharap kalian mampu memberikan masyarakat KUR (Keredit Usaha Rakyat) agar hari raya lebaran petani punya uang. Kita harus ingat bahwa kita digaji untuk kesejahteraan petani. Karenanya, saya minta kalian mampu menetapkan daerah yang masuk zona kuning, merah, dan hijau dengan AWR yang dimiliki,” katanya.

Selain itu, kata Mentan, Ditjen TP wajib me-monitoring semua kegiatan pembangunan pertanian, seperti mengawal Kostratani, menggali potensi garapan lahan, hingga mempermudah akses harga yang sesuai dengan petani dan pasar.

“Untuk itu, kita harus bisa menyikapi persoalan cuaca dan semua persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan petani. Kita harus mampu meneruskan cita-cita dan perjuangan bangsa ini agar masyarakat dan petani sejahtera,” tutupnya.

Adapun berkaitan dengan persoalan yang ada saat ini, tambah Mentan, Ditjen TP wajib menyiapkan skema penanganan virus corona dengan menguatkan ketahanan pangan dari desa hingga memasuki pasar di wilayah kota.

“Saya sangat yakin, dengan pengalaman yang kita miliki, negara yang paling resisten terhadap sebuah krisis apa saja, termasuk virus corona adalah sektor pertanian. Jadi, jagalah pertanian kita dengan baik,” tutupnya.

Narasumber : https://www.wartaekonomi.co.id

Kostratani, Momentum Bangkitnya Penyuluhan Pertanian

Kostratani, Momentum Bangkitnya Penyuluhan Pertanian
Kostratani, Momentum Bangkitnya Penyuluhan Pertanian

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Momon Rusmono menegaskan Kementan memiliki tiga program utama dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Salah satunya penguatan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dengan gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani).

“Ditunjuknya Syahrul Yasin Limpo sebagai Menteri Pertanian adalah momen yang luar biasa. Program utamanya ini merupakan momen untuk bangkitnya lagi penyuluhan pertanian Indonesia,” tegas Momon saat menerima Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) di Kantor Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Jakarta, Senin (9/3/2020).

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi menambahkan dukungan Perhiptani dan seluruh penyuluh pertanian memberikan semangat dan energi untuk pembangunan pertanian Indonesia. Ia meminta agar bersinergi guna menunjukkan kalau penyuluh itu eksis dan bisa membangun pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

Sementara itu, Agus Subagyo, salah seorang oleh anggota Dewan Pembina DPP Perhiptani, menilai Kostratani adalah kesempatan yang harus disempurnakan langkahhya, khususnya dalam menunjukkan kinerja penyuluh dalam pencapaian tujuan pembangunan pertanian.

Penguatan BPP menjadi signifikan karena BPP dengan Kostratani akan menjadi tempat berkumpulnya semua jabatan fungsional di kecamatan.

“Tidak hanya penyuluh saja ada pengawas mutu pakan, analis pasar, medik veterinek, pengendali OPT, dan banyak lagi semua bersinergi meningkatkan pembangunan pertanian langsung di kecamatan,” jelasnya.

Narasumber : https://www.wartaekonomi.co.id

Aplikasi Angon, Jembatani Peternak Rakyat dan Masyarakat Urban

Aplikasi Angon, Jembatani Peternak Rakyat dan Masyarakat Urban. Angon dalam bahasa Jawa diartikan sebagai menggembala. Berangkat dari rasa kepedulian terhadap salah satu permasalahan di sektor peternakan yaitu rantai distribusi panjang, Agif Arianto membuat aplikasi berbasis financial technology (Fintech) bernama Angon.

Beternak kambing domba zaman now bisa dilakukan online melalui aplikasi Angon Indonesia. Aplikasi ini menjembatani masyarakat yang ingin beternak namun terkendala lahan, waktu dan keterampilan. Aplikasi ini juga menciptakan kerjasama antara peternak rakyat dengan masyarakat urban.

Aplikasi Angon Berbasis Financial Technology (Fintech)

Ketika salah satu stasiun televisi swasta mewawancarai Agif pada 11 September 2017, dia menyatakan bahwa rantai distribusi panjang karena keberadaan tengkulak. “Kita melihat harga daging yang dijual ke masyarakat mahal, namun mengapa masih banyak peternak atau petani yang menjerit,” ungkapnya.

Agif sendiri semasa kuliah telah beternak 30 ekor domba dan ketika sebagian dombanya mati, dia merasakan bahwa beternak itu tidak mudah.

“Beternak itu tidak mudah, kita haru memikirkan bagaimana memperoleh bibit yang bagus, pakan berkualitas, masa panen hingga ketika menjual hasil ternak di pasaran, harga tidak sesuai ekspektasi,” imbuhnya.

Saat ini, Angon sudah memiliki 11.100 hewan yang diternakkan dari 10.000 lebih member aktif dengan 800 transaksi di setiap bulannya. Sentra peternakan rakyat (SPR) merupakan mitra yang tersebar di desa beternak online di Wawar Lor Kabupaten Semarang, Jogjakarta, dan Bogor.

Jadi, bagaimana caranya ternak kambing domba secara online? Kita cukup memasang aplikasi Angon di smartphone (saat ini baru tersedia untuk Android) -> mendaftarkan diri -> memilih jenis kambing yang ingin diternakkan -> membayar -> selesai. Mudah bukan?

Berikut cara kerja Aplikasi Angon :

  1. Beli bibit ternaknya

Angon menyediakan bibit domba dan sapi terbaik yang terbagi dalam beberapa jenis. Harga yang kita bayarkan di awal besarnya bervariasi, mulai dari 1 hingga 10 juta rupiah. Biaya tersebut meliputi harga ternak (sesuai bobot saat beli), asuransi ternak, biaya pakan, biaya perawatan oleh peternak rakyat, serta biaya sewa kandang selama 3 bulan.

Ada beberapa jenis kambing domba yang ditawarkan yaitu Merino, Garut dan Gembel. Selain bisa memilih jenisnya, kita bisa memilih umur dan berat dari hewan tersebut. Hal ini mempengaruhi harga beli dan nilai Return of Investment (ROI) yang akan kita dapatkan.

Setelah memilih jenis kambing, kita akan ditunjukkan perhitungan perkiraan ROI selama tiga bulan. Jika sudah yakin, kita bisa memilih tombol ‘Beli Sekarang’ untuk melakukan transaksi. Ada dua metode pembayaran, yaitu melalui Tcash dan transfer bank.

  1. Dirawat dalam 3 bulan

Jangka waktu perawatan ternak di Angon adalah 3 bulan. Selama itu, ternak akan diberi pakan dan dirawat oleh peternak rakyat mitra Angon.

Kita dapat memantau kenaikan bobot ternak melalui aplikasi Angon pada tanggal 10 dan 25 setiap bulannya. Kenaikan bobot ternak tergantung pada jenis dan kondisi ternak yang dipilih.

  1. Jual kembali hewan ternak ke Angon

Setelah 3 bulan, sistem Angon secara otomatis akan membeli kembali ternak dan kita mendapatkan hasil sesuai bobot saat panen. Besaran keuntungan bervariasi antara 2% hingga 15%.

Kita bisa memperpanjang masa ternak untuk 3 bulan berikutnya.Kita juga berhak untuk mengkonsumsi sendiri karena ternak ini sepenuhnya milik kita. ***

Mengenal Mesin Pengering Jagung

Secara garis besar ada dua jenis pengering jagung utama. Salah satunya adalah pengering jagung aliran yang konkuren/bersamaan/sejalan, sedangkan jenis yang lain adalah pengering jagung dengan aliran campuran. Menurut garis lintang yang berbeda, pengguna harus memilih pengering jagung yang berbeda. Sebagai contoh, pengering aliran campuran cocok untuk biji-bijian kering dan tanaman penghasil minyak dengan lebih sedikit uap air di zona tropis. Sebaliknya, pengering konkuren lebih dapat diterapkan untuk mengeringkan bahan baku bijian tersebut dengan kelembaban yang lebih tinggi di zona beriklim sedang dan zona beriklim dingin.

Ruang lingkup pada aplikasi terhadap Jagung, prinsip kerja bagian penting pertama dari pengering jagung adalah tanur pemanas. Jenisnya seperti pengering dengan tungku pembakaran batu bara, tungku pembakaran bahan bakar, tungku pembakaran gas alam, dan pengering dengan tungku pembakaran bio-fuel. Fungsi utama dari tungku ini adalah untuk pengering dengan udara panas sebagai media pengeringan.

Bagian terpenting lainnya dari Corn Dryer (pengering jagung) adalah mesin pengering itu sendiri. Komponen internalnya terutama terdiri dari intake udara.

Dalam seluruh proses pengeringan biji-bijian mentah, pertama-tama akan mengisi wadah pengeringan dengan bijian, kemudian ledakan panas yang dihasilkan oleh tungku akan melalui intake udara dan memasuki bagian dalam mesin. Jagung mengalir perlahan dari atas ke bawah oleh adanya gravitasi. Sementara itu aliran udara panas secara berlapis menyelimuti jagung. Dalam proses ini, panas dipindahkan dari udara ke bahan biji-bijian untuk menaikkan suhu guna membuat uap air di dalam bahan bijian menguap ke udara dan menjadi udara bebas yang kemudian dibuang melalui cerobong kotak bersudut. Jika suhu di dalam pengering melebihi 150°C, atau suhu jagung lebih dari 60°C, kualitas jagung akan sangat terpengaruh.

Pengering jagung antara lain ada yang menggunakan teknologi proses pengeringan suhu tinggi dan pengeringan suhu rendah multi-level segmen, yakni proses sebelum pengeringan terlebih dahulu jagung masuk ke bagian pendinginan dalam suhu penyimpanan untuk kemudian dilakukan sortasi guna memastikan kualitas jagung yang homogen, sehingga dalam pengeringan akan menghemat energi dan membuat tingkat kerusakan jagung menjadi minimal, yakni 3% atau kurang.

Model dan Proses Pengeringan Jagung
Jika ditilik dari kapasitas kinerjanya, maka ada beberapa model corn dryer yang mampu menghasilkan produk bijian kering dari 100 ton per hari hingga model pengering yang mampu berproduksi 1.000 ton per hari.

Tingkat persentase pengeringan yang dihasilkan pun dapat bervariasi antara 5-25%, dengan pemanasan medium pada emperatur semburan panas yang dihasilkan antara 65-160°C.

Saat mengeringkan biji jagung, penting untuk diingat bahwa retakan dan patahan pada jagung dapat menyebabkan banyak masalah, baik dalam penyimpanan maupun pemrosesan. Masalah utama yang terjadi dari pengeringan suhu tinggi dan kemudian pendinginan yang cepat dari butir jagung adalah stresscracking. Stres-retak adalah ketika patahan terjadi di endosperm jagung. Kernel (inti bijian) yang retak-retak sering menyerap air terlalu cepat, sehingga lebih cenderung menjadi rusak dan semakin rentan terhadap kerusakan akibat serangan serangga dan jamur selama penyimpanan kering. Untuk mengurangi jumlah biji-bijian yang hilang karena stresscracking itu, perusahaan mesin pengering telah mengembangkan pengering jagung dengan metode pengeringan khusus untuk menjaga suhu pada level sedang dengan pendinginannya yang lambat.

Prototipe Mobile Corn Dryer
Pada kasus Mesin Pengering Jagung yang dikembangkan atas kerjasama Kementrian Pertanian (Kementan) dengan PT Charoen Phokphan Indonesia (CPI) berupa prototipe Mobile Corn Dryer menjadi tambahan inovasi pada mesin pengering jagung yang memiliki kemampuan mobilitas yang tinggi, karena dapat beroperasi langsung jemput bola di tempat lahan produksi pertanian. Tentu unit pengering jagung model ini sangat membantu dan mempermudah petani jagung pada saat pasca panen. Dan hasil inovasi Mobile Corn Dryer karya anak bangsa ini juga telah dikembangkan fungsi dan kapasitasnya serta telah resmi dilakukan pelepasan perdana di Pusat Informasi Agribisnis (PIA), Kementan baru-baru ini.
Kehadiran Mobile Corn Dryer dapat disebut sebagai sistem jemput bola yang diharapkan menjadi solusi persoalan jagung, khususnya saat pasca panen raya yang sering mengalami kendala. Pada klausal kerjasama itu diinformasikan, bahwa unit Mobile Corn Dryer tersebut menjadi hak penuh Kementan dalam memodifikasi dan memperbanyak unit yang nantinya berkonsentrasi di sentra-sentra jagung seluruh Indonesia secara mobile. Tugas CPI adalah membantu menyerap hasil panen jika ada kelebihan jagung petani, sehingga dapat menepis kekhawatiran akan kualitas jagung yang buruk dan gagal saat pasca panen, serta tidak terserap. (DS)