KE-8 KALINYA REMBUK NASIONAL PERUNGGASAN DIGELAR

Setelah beberapa kali harus tertunda akibat pandemi Covid-19, Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) dan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR Indonesia) akhirnya sukses menyelenggarakan Rembuk Perunggasan Nasional di Grand Ballroom Trans Luxury Hotel, Bandung, Jawa Barat 2 Maret 2021 yang lalu.

Acara tersebut merupakan acara rembuk yang kedelapan kalinya. Tema yang diusung pada acara tersebut yakni “Perkuat Sinergitas Kolaborasi Antar Peternak dalam Mewujudkan Iklim Usaha Ayam Broiler Nasional yang Berdaulat, Adil dan Sejahtera Bagi Semua”.

Tujuannya selain untuk menjaga kestabilan harga ayam hidup di tingkat peternak agar tetap menguntungkan, rembuk perunggasan nasional ini diharapkan dapat menjadi ajang bertukar ide dari semua stakeholder yang berkecimpung dalam perunggasan dalam membantu pemerintah menyusun kebijakan yang pas di sektor perunggasan, agar tidak menimbulkan masalah lain di kemudian hari.

Hadir dalam acara tersebut para pimpinan organisasi perunggasan, perwakilan integrator, peternak unggas mandiri, dan perwakilan pemerintah (Kementan, Kemendag, satgas pangan, dina terkai). Juga hadir dalam kesempatan tersebut  yakni PT Berdikari selaku BUMN yang bergerak di bidang peternakan.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyatakan rasa kagetnya terkait konsumsi produk unggas Indonesia yang masih rendah angkanya ketimbang negara tetangga.

Jerry juga berujar akan banyaknya keluhan pada Kemendag terkait disparitas harga ayam di tingkat peternak dan pasar. Oleh karena itu Jerry menyebut momen ini patut dimanfaatkan sebaik mungkin bagi dirinya selaku pemangku kebijakan untuk bertukar ide dengan pelaku usaha (peternak dan stakeholder lainnya).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PINSAR yang juga anggota Komisi IX DPR-RI Singgih Januratmoko menyatakan bahwa peternak tidak akan bosan – bosan memberikan masukan, ide, kritik, dan saran terkait perunggasan agar lebih tertata dengan baik.

“Kami di sini sudah ke-8 kalinya, oleh karena itu kalau masih belum menghasilkan keputusan dan hasil yang baik, siap – siap saja kita lakukan rembuk yang ke-9 kalinya. Pokoknya kami tidak akan bosan,” tutur Singgih.

Acara rembuk berjalan sejak pagi hingga sore hari, diskusi dan tanya jawab berlangsung apik dan berisi. Meskipun hingga berita ini diturunkan belum dihasilkan keputusan dan kesimpulan yang valid.

Sumber: http://www.majalahinfovet.com/(CR)

NASRULLAH, SANG NAHKODA BARU DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN

NASRULLAH, SANG NAHKODA BARU DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melantik pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama di lingkungan kementerian pertanian. Sebanyak 9  pejabat pimpinan tinggi yang terdiri dari 1 orang Eselon I, 7 orang Eselon IIa, dan Eselon IIb dilantik pada hari itu. Acara pelantikan dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19.
Yang menjadi pusat perhatian yakni dilantiknya Nasrullah sebagai Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan yang ke-17 menggantikan I Ketut Diarmita. Sebelumnya Nasrullah juga pernah menjabat sebagai Direktur Pakan dan Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Dalam sambutannya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengingatkan kepada para pejabat yang baru dilantik bahwa jabatan adalah amanah dari Tuhan.
“Mudah – mudahan pejabat yang baru dilantik bisa bekerja dengan baik dan memberikan yang terbaik bagi Kementan, juga bangsa kita. Perlu diingat ini adalah amanah dari Tuhan YME, oleh karenanya nanti tentu juga akan dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan,” tutur Syahrul.
Sementara itu Nasrullah yang baru saja dilantik belum banyak berkata – kata, ketika ditanyai oleh awak Infovet mengenai apa saja yang hendak ia lakukan dalam jangka pendek dalam menghadapi problem di sektor peternakan, dirinya tidak menjawab sembari melempar senyuman.
 

Nasrullah adalah lulusan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Jurusan Nutrisi dan Makanan ternak (1985-1989) . Pendidikan S2 (Jurusan Grassland and Animal Production) ditempuh di The University Miyazaki Jepang pada tahun 2000 dengan mendapatkan gelar Master of Agriculture (M.Agr.). Sedangkan pendidikan S3 (doktoral) Jurusan Produksi Ternak ditempuh di United Graduate School of Agricultural Sciences, Kagoshima University Jepang dan diselesaikan pada tahun 2003 dengan gelar Ph.D.

Pernah menjabat sebagai Pj. Kepala BPTP Sulawesi Selatan, Balai Besar Pengkajian dan Pegembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) 2008-2011, serta menjabat sebagai Kepala Balai Penelitian Ternak 2012.  Setelah itu dipercaya di Ditjen PKH antara lain sebagai Direktur Pakan dan kemudian Sekretaris Ditjen PKH.
 
Dalam kesempatan tersebut juga dilantik Drh Maidaswar sebagai Kepala Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan yang baru menggantikan Drh Sri Mukartini. Turut pula dilantik Drh Agus Susanto sebagai Penanggung Jawab Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.  (CR/Bams)

Menteri Edhy Janji Atasi Transportasi Ikan Hias yang Mahal

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berjanji akan mencari jalan keluar terhadap permasalahan yang dihadapi para pembudidaya ikan hias. Diantaranya terkait mahalnya biaya angkut dan kendala regulasi.

“Misalnya, ada yang melaporkan kalau pindah barang dari Sumatera ke sini mahal dan waktunya lama. Ini akan segera kita terobos,” ujarnya seperti dikutip Bisnis dalam sebuah keterangan tertulis, Sabtu (30/11/2019).

Untuk menyelesaikan masalah ini, KKP katanya akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. “Kami, pemerintah akan hadir untuk segera melakukan terobosan-terobosan dalam mengurangi hambatan-hambatan yang mengurangi ekonomi biaya tinggi,” tambahnya.

Indonesia diketahui memiliki potensi ikan hias air tawar yang belum tertandingi di dunia dengan sekitar 1.300 spesies. Kendati demikian, saat ini baru terdapat 90 spesies atau 7% dari keseluruhan potensi ikan hias air tawar yang sudah dibudidayakan.

Mahalnya transportasi pengiriman ikan hias, kendala regulasi, berkurangnya ketersediaan ikan hias di alam, dan terbatasnya ketersediaan induk unggul menjadi sejumlah isu utama yang dihadapi oleh para pelaku usaha saat ini.

Edhy menuturkan ikan hias merupakan komoditi perikanan yang tepat untuk dibudidayakan. Selain mudah, budidaya ikan hias tidak memerlukan wilayah yang begitu luas. Biaya yang diperlukan pun tak begitu besar. Tak kalah penting, pasar ikan hias masih terbuka lebar untuk permintaan domestik maupun ekspor.

“Budidaya ikan hias bisa menambah nilai ekonomi secara lebih cepat. Dari segi hitungan, kalau budidaya ikan hias ini laku di pasaran hasilnya akan lebih besar,” sebutnya.

Guna mendorong hal ini, Menteri Edhy menyatakan bahwa KKP akan merangkul seluruh stakeholder budidaya ikan hias. Dia memastikan, komunikasi dua arah dengan stakeholder akan terus dibangun ke depannya.

“Kita cari solusi untuk masalahnya, termasuk regulasinya, soal aturan-aturannya, dan juga fasilitas yang dibutuhkan,” tukas Edhy.

Diketahui, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyelenggarakan pameran ikan hias terbesar di dunia, “Nusantara Aquatic (Nusatic) 2019” di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang, yang terbuka untuk umum selama 29 November 2019 – 1 Desember 2019.

Pameran ikan hias terbesar di dunia ini diharapkan menjadi trigger untuk mendorong promosi ikan Indonesia di pasar domestik maupun pasar ekspor.

Narasumber : https://ekonomi.bisnis.com

Mengapa Brazil bisa Ekspor ayam ke Indonesia ? Ini rahasianya

Masyarakat Brasil adalah pelahap daging sejati. Konsumsi daging ayam dan sapi per kapita di negeri samba adalah salah satu yang terbesar di dunia. Tak heran, industri peternakan di sana dikembangkan dengan begitu masif.

Begitu besarnya industri peternakan itu, Brasil tak hanya dapat mencukupi kebutuhan domestik melainkan juga dapat mengekspor daging sapi dan ayam dalam jumlah besar. Setelah kalah dalam sengketa di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Indonesia pun kini harus menerima daging impor dari Brasil.

“Tidak ada pilihan lain untuk kita menyesuaikan sesuai rekomendasi dari WTO,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Perekonomian di Jakarta, Rabu (8/8) lalu. Lalu, bagaimana sebenarnya industri peternakan di Brasil? Data Asosiasi Protein Hewani Brasil (ABPA), Konsumsi daging  ayam per kapita di Brasil mencapai 43,3 kilogram pada 2015. Bandingkan dengan di Indonesia yang baru mencapai 5,68 kilogram per kapita pada 2017.

Bagaimanapun, menurut data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), Brasil bisa mengekspor sepertiga dari hasil ternak ayamnya ke 150 negara di dunia. Pada 2015, nilai ekspor daging ayam Brasil mencapai US$ 7,5 miliar. Angka itu naik 11,7% per tahun selama periode 1990-2015. Brasil adalah salah satu eksportir daging ayam terbesar di dunia selain Amerika Serikat dan Tiongkok.

Data FAO, Brasil menguasai hampir 40% dari pangsa pasar daging ayam dunia. “Artinya, dari 11 kilogram daging ayam di pasar dunia, sekitar 4 kilogram berasal dari Brasil,” demikian dikutip dari riset FAO yang berjudul Contract Farming in the Brazilian Chicken Industry.

Usaha peternakan ayam di Brasil melibatkan 180 ribu peternak. Sektor ini juga melibatkan 3,5 juta pekerja secara langsung maupun tak langsung dan berkontribusi terhadap 1,5% dari produk domestik bruto (PDB) di sektor pertanian. Kuatnya daya saing industri peternakan ayam di Brasil ditunjang oleh beberapa faktor, dari mekanisasi hingga efisiensi rantai pasok.

Sekitar 75% peternakan ayam di Brasil dijalankan menurut sistem kontrak. Salah satu pemain yang dominan adalah Pif Paf Alimentos. Berdiri sejak 1970, Pif Paf merupakan produsen pangan olahan terbesar di Brasil. Mempekerjakan sekitar 8000 orang, Pif Paf menghasilkan lebih dari 300 jenis produk olahan ayam, dari daging beku, sosis, nugget dan lainnya.

Untuk mendapat bahan baku, Pif Paf memiliki kontrak kemitraan dengan para peternak yang umumnya memelihara puluhan ribu hingga ratusan ribu ekor ayam. Perusahaan akan memasok seluruh kebutuhan ternak, dari bibit ayam, pakan, hingga obat-obatan. Kemudian, ayam akan dikirim kembali ke fasilitas pengolahan perusahaan saat berumur 40 hari.

Pada 2016, Pif Paf bisa memotong lebih dari 277 ribu ekor ayam per hari di dua sentra produksinya. Lalu bagaimana dengan peternakan sapi? Sama seperti ayam, peternakan sapi Brasil juga dijalankan secara masif. Data WTO, nilai ekspor daging sapi Brasil pada 2016 melebihi US$ 12 miliar.

Brasil menghasilkan 209 juta ekor sapi dari total 167 juta hektare peternakan. Industri ini menyerap sekitar 360 tenaga kerja. Kini, Indonesia harus bersiap menghadapi masuknya impor daging ayam dan sapi dari Brasil. Selain membuat industri dalam negeri lebih bersaing, hal teknis seperti sertifikat sanitasi internasional atau label halal harus dipikirkan. “Kami akan sesuaikan untuk itu, jadi tidak usah ada kekhawatiran, karena masih ada rangkaian yang lain,” kata Menteri Enggar.

 

Virus AI Masih Menjadi Penyebab Penurunan Produktivitas Unggas di Indonesia

 

Pangan merupakan kebutuhan yang keteraediaannya harus cukup, aman, bergizi dan beragam dengan harga yang terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat. Untuk itu Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian telah menyusun rencana strategis tahun 2015-2019.

Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Fadjar Sumping Tjatur Rasa, saat membuka acara seminar nasional kesehatan unggas “Menguak Misteri Penurunan Produktivitas Unggas” yang diselenggarakan Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) di Menara 165, Jakarta, mengungkapkan rencana strategis tersebut yaitu swasembada protein hewani asal ternak dalam waktu 2 tahun mendatang yang tidak fokus hanya pada sapi saja, tapi keanekaragaman hewani lainnya seperti unggas, antara lain ayam ras, ayam buras, itik, burung puyuh, dapat dikonsumsi masyarakat. (22/5/2019)

Avian Influenza (AI)

“Penyakit unggas yang paling banyak terjadi dari tahun 2017 sampai 2018 antara lain Avian Influenza (AI) H5N1, AI H9N2, ND (Newcastlr Desease), Pullorum, Salmonellosis, dan penyakit unggas lainnya. Untuk meningkatkan kualitas dan keamanan hasil produk asal unggas salah satunya melalui pembatasan penggunaan antibiotik di Indonesia yang tertuang dalam UU No.18 tahun 2018, dan Permentan No.14 tahun 2017 serta Permentan No.22 tahun 2017 tentang pendaftaran dan peredaran pakan”, ujar Fadjar Sumping.

Virus H5N1 clade 2.1.3 di Indonesia masih menjadi ancaman.

Drh. Charles Rangga Tabbu, dari Departemen Patologi Fakultas Kedokteran Hewan UGM, mengatakan syarat agar ayam dapat tumbuh dan berproduksi secara maksimal yaitu kelompok ayam dalam satu peternakan harus dalam kondisi sehat dengan cara praktek manajemen peternakan yang baik, baik manajemen DOC, pakan, budidaya, kesehatan, pemasaran produk, dan pengelolaan kotoran atau limbah.

Menurutnya, bentuk penurunan produktivitas yaitu pada hambatan pertumbuhan broiler sehingga target produksi tidak tercapai, hambatan pertumbuhan pada pullet yang menyebabkan gangguan pada fase laying, dan gangguan produksi telur pada layer.

Sedangkan dampak penyakit terhadap pertumbuhan dan produktivitas pada broiler yaitu kematian, hambatan berat badan, tingkat keseragaman berat badan yang rendah, peningkatan jumlah ayam yang diafkir, penurunan kuantitas dan kualitas karkas, serta peningkatan konversi pakan.

Sementara itu, Kepala Balai Penelitian Veteriner Badan Litbang Pertanian, Indi Dharmayanti mengungkapkan virus H5N1 clade 2.1.3 di Indonesia masih menjadi ancaman yang serius terhadap populasi manusia. “Virus ini berubah dengan beberapa cara selain mutasi unggas dengan modifikasi genetik dengan pencampuran materi genetik yang berbeda atau reassorment”, tambahnya.

Menurut Indi, sebaran virus influenza di Indonesia terjadi di lingkungan pasar tradisional, peternakan komersil, ayam kampung, beberapa spesies unggas dan mamalia. Virus AI subtipe H5N1 telah mengalami genetic drift dan genetif shift. Virus AI tersebut akan terus berubah, perlu kewaspadaan terutama jika gen donor berasal dari virus AI manusia. “Perubahan predominasi virus H5N1 di Indonesia dan sirkukasi virus baru membutuhkan updating metode, kapabilitas dalam mendeteksi virus dan inovasi tindakan pencegahan pengendalian”, ujarnya.

 

Sumber : http://www.swadayaonline.com

Di Balik Peluang Ada Peluang

Di balik kesulitan ada kemudahan. Di balik kemudahan, mungkin saja ada kesulitan, dan bisa juga ada kemudahan yang lain. Jika bisnis  Anda terasa berat untuk melakukan pertumbuhan, mungkin saja anda tengah mendaki menuju puncak kesuksesan. Sebaliknya jika terasa berjalan ringan, hati-hatilah , siapa tahu di depan ada jurang.

Cerita tentang krisis melahirkan peluang baru, sudah sering kita dengar. Mereka yang  sukses di tengah krisis adalah yang percaya bahwa dalam situasi yang sulit mereka dapat melakukan langkah lompatan yang orang lain tidak bisa lakukan. Mereka punya cara berpikir sendiri; di balik kesulitan ada kemudahan.

Ada pula orang yang melihat di balik kemudahan ada kemudahan baru. Tatkala ada trend bisnis tertentu, yang hanya dinikmati masyarakat kelas tertentu, akan muncul orang mampu mengikuti perubahan dan memanfaatkannya meskipun bukan termasuk kelas tertentu tersebut.

Tahun 1800an, di California Amerika Serikat banyak orang ingin  masuk ke bisnis tambang emas karena potensinya sangat menjanjikan. Waktu itu banyak konglomerat, orang-orang pintar, dan pejabat menginvestasikan uangnya di bisnis tambang emas. Benar, bisnis tambang  emas saat itu sangat booming, dimana-mana orang memilih berbisnis tambang emas kalau ingin meraih potensi besar. Hanya saja yang bisa berbisnis tambang emas adalah mereka yang punya keahlian, dan sudah punya modal, atau mereka yang punya kenalan yang punya modal.

Namun sebagaimana bisnis pada umumnya, tidak  semua orang dapat meraih sukses di bisnis tambang emas. Sekitar 90% pebisnis gagal di 5 tahun pertama, dan 5 tahun berikutnya ada 90% lagi yang gagal. Yang tak terduga-duga adalah ada seorang bernama Sam Brannan yang menjadi milioner pertama di California saat itu tanpa menjadi penambang emas.

Dia adalah orang biasa (bukan orang kaya) yang menjual sekop dan alat-alat pertambangan emas. Usaha itu laku keras. Di era yang hampir bersamaan, ada orang lain yang bernama Levi Strauss, yang mencoba peruntungan dengan menjual tenda ke para penambang emas. Sayangnya ia kurang berhasil, karena ternyata sudah banyak yang jual tenda.

Levi Strauss tidak kehilangan akal. Ia percaya pasti ada peluang lain di tengah “kerumunan” penambang emas. Karena punya keahlian menjahit, maka ia mencoba membuat celana yang nyaman dan tahan lama untuk dipakai oleh para penambang emas. Rupanya dari sinilah aliran rejeki Levi Strauss mulai mengalir deras.

Ia akhirnya menjadi milioner juga dalam era pertambangan emas, karena menjual banyak sekali celana jeans ke para penambang emas saat itu. Bukan hanya itu, celana jeans dengan merk Levis itu kemudian berkembang menjadi celana untuk semua orang di manapun di dunia. Bisnisnya berkilau melebihi kilau bisnis tambang emas.

Pertanyaan yang kerap muncul, bagaimana mereka bisa sukses menangkap peluang, sementara yang lain hanya sebagai penonton saja? Mengapa yang lain bisa terus optimis di masa apapun, sebaliknya ada yang tetap mengeluh meski situasi ekonomi negara makin baik.

Jennie S. Bev seorang penulis Indonesia yang tinggal di AS mengatakan, yang penting bagi kita yang mau sukses dalam situasi apapun adalah mindset sukses. “Success is a mindset. It is not a journey, nor a destination. It is already within you,” katanya. Jadi sukses itu mindset, bukan perjalanan, bukan tujuan. Sukses itu sudah ada di dalam diri  kita, tinggal dibangunkan saja dari tidurnya.

Menurut American Heritage Dictionary, mindset adalah keyakinan teguh yang menjadi dasar bagi respons-respons dan interpretasi yang dimiliki oleh seseorang terhadap sesuatu kejadian. Terhadap kejadian yang sama, seseorang bermindset sukses mempunyai respons dan interpretasi yang berbeda dengan seseorang yang bermindset pecundang. Contoh mudahnya, apabila seseorang mengalami kesusahan hidup, seorang sukses selalu melihat kesulitan sebagai guru yang baik, karena ia bisa belajar bagaimana mengatasi kesusahan di masa depan. Sebaliknya seorang pecundang, menjadikan kesulitan hidup sebagai alasan mengapa ia sekarang bernasib seperti sekarang, yaitu “malang.” Ia mencari kambing hitam untuk menjelaskan mengapa ia mengalami kegagalan hidup dan hidup penuh kemalangan seperti sekarang ini.

Levi Strauss  tidak mampu ikut menjadi investor tambang emas karena tidak punya modal, namun ia terus mencari cara agar bisa ikut bergerak meraih pendapatan besar seiring booming tambang emas. Ia memiliki mindset sukses, sehingga tidak mencari-cari alasan bahwa rakyat biasa tak mungkin bisa menikmati dampak booming-nya tambang emas.***

NATIONAL MEETING PT TEKAD MANDIRI CITRA 2018

FOTO BERSAMA PT TEKAT MANDIRI CITRA (TMC)   

Dengan suasana alam yang indah dan sejuk, Jambuluwuk Hotel & Resort di kota Batu, Jawa Timur, terpilih sebagai tempat berlangsungannya acara National Meeting PT Tekad Mandiri Citra 2018, yang diselenggarakan pada tanggal 12 – 15 Maret 2018 yang diikuti hampir 100 orang peserta yang terdiri dari jajaran Manajer, Kepala Cabang, Area Supervisor, Technical Sales & Service serta staf Kantor Pusat.

Tema yang diangkat pada National Meeting PT Tekad Mandiri Citra 2018 ialah “Science Based Strong Leader To Achieve Great Sales” yang bermakna menjadi seorang pemimpin tangguh harus berbekal ilmu pengetahuan aplikatif maupun manajerial untuk mencapai penjualan yang maksimal. Tema ini mengedepankan pesan dan harapan kepada setiap anggota Tim pemasaran bahwa dalam memasarkan produk harus memiliki bekal science/pengetahuan yang memadai dan selalu diperbaharui serta ditingkatkan. Bekal ini dibutuhkan karena seiring dengan perkembangan situasi penyakit ternak, pesatnya pertumbuhan dunia peternakan dan regulasi pemerintah serta menyongsong peluncuran produk-produk biologik TMC yang berbasis teknologi tinggi. Tema ini menjadi salah satu implementasi Core Value TMC yaitu Trusted Team-Market Oriented- Competence.

TMC harus selalu tumbuh dan berkembang dengan semangat memberikan layanan terbaik bagi customer dengan dasar ilmu pengetahuan yang kuat. Seperti yang disampaikan oleh Direktur Utama PT Tekad Mandiri Citra (TMC) drh. Gowinda Sibit dalam sambutan pembukaan, “Setiap tim pemasaran harus berbekal wawasan dan ilmu pengetahuan yang kuat, khususnya technical & product knowledge serta selling skill. Jadi ketika melayani customer, Tim pemasaran harus mampu membuktikan saat penanganan kesehatan dan performa produksi ternak pasti sesuai dengan kaidah keilmuan yang benar, apalagi ditopang dengan produk-produk berkualitas dan berteknologi tinggi”

Sebagai bukti produk TMC berkualitas dan berteknologi tinggi, saat ini TMC telah memiliki sarana uji mutu produk yang memadai dan human capital yang mumpuni, dimana seluruh operasional produksi dan uji mutu dipimpin langsung oleh drh. H. Julianto selaku Direktur pabrik.

Hadirkan kegiatan positif yang santai dan edukatif

Di hari pertama, saat acara pembukaan diadakan welcome dinner di salah satu restoran di Kota Batu, diawali dengan pengarahan oleh Direktur Utama TMC drh. Gowinda Sibit, bahwa kepada Tim Pemasaran TMC yang tangguh, diharapkan tetap fokus, dan terus berkomitmen menjadikan TMC menjadi salah satu produsen obat hewan di Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan semua mitranya yaitu Pemerintah dan Pelaku usaha di bidang perternakan. Kemudian acara disegarkan dengan dihadirkan hiburan live music dan diselingi dengan stand up comedy oleh perwakilan dari masing-masing cabang, dengan mengusung tema meeting yaitu Science Based Strong Leader to Achieve Great Sales. Agar dapat memacu kekompakan dan kerjasama Tim pemasaran lebih baik.

Hari kedua, situasi acara semakin hangat dan ceria, dengan kehadiran duo manager TMC, yaitu H. Agus Nur Arifin, S.Pt selaku Sales Manager dan drh. H. Sugiyono selaku Marketing Manager. Kedua manager tangguh ini memaparkan evaluasi terhadap pencapaian kinerja Tim pemasaran dikaitkan dengan Core Value TMC yaitu Trusted Team-Market Oriented- Competence. Disimpulkan Kinerja Tim pemasaran bekerja sangat baik, terukur dari keberhasilan melampaui proyeksi-proyeksi sepanjang tahun 2017, tercermin dari pertumbuhan dan sebaran penjualan, serta biaya yang cukup efisien dan efektif.

Untuk membangun atmosfer Science Based Strong Leader to Achieve Great Sales, di hari ketiga, Tim pemasaran diberikan bekal pengetahuan dan diajak diskusi kasus/topik-topik aktual seperti pelarangan penggunaan Antibiotic Growth Promotor di dalam pakan ternak, Antimicrobial Resistance (AMR), penyakit Inclusion Body Hepatitis (IBH). Acara ini dipandu oleh Prof. Dr. drh. I Wayan Teguh Wibawan, M.S. Guru Besar Imunologi Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor, Dr. drh. Wyanda Arnafia seorang doktor yang menekuni bidang Imunologi khususnya pemanfaatan IgY spesifik untuk pembuatan Kit Diagnostik berbagai penyakit hewan, drh. Moh. Indro Cahyono yang menekuni penelitian penyakit viral pada unggas. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan maupun pengetahuan terkini untuk membangun tim pemasaran yang kompeten. Peserta meeting juga mendapat pengayaan pengetahuan tentang perencanaan, pembangunan dan pengelolaan kandang closed house serta sistem ventilasi dari drh. Suyud Kodradmanto, seorang praktisi sistem ventilasi dan closed house.

Di penghujung acara, pada malam harinya dilaksanakan pertandingan futsal antar cabang untuk meningkatkan kerjasama Tim pemasaran dan menggelorakan semangat kompetisi sehat. Setiap Tim pemasaran berusaha membuktikan mampu bertanding dengan sportivitas tinggi, semangat pantang menyerah dan selalu menampilkan stamina dan strategi yang terbaik.

National Meeting PT Tekad Mandiri Citra 2018 ini diakhiri dengan pengumuman Tim pemasaran cabang terbaik berbasis KPI (Key Performance Indicator) yang telah dijadikan standar perusahaan untuk menilai dan mengukur kemampuan serta kompetensi Tim pemasaran di setiap cabang. Selain mendapatkan sejumlah reward, beberapa anggota Tim pemasaran terbaik dari setiap cabang mendapatkan hadiah refreshing ke luar negeri.

Pada hari terakhir seluruh peserta meeting melakukan Eduwisata fauna di Jatim Park II. Kegiatan Eduwisata fauna dilaksanakan sebagai sarana meningkatkan jalinan keakraban dan pembelajaran seluruh tim Cabang dan Kantor Pusat tentang fauna yang ada di seluruh dunia.

Usai seluruh rangkaian acara National Meeting PT Tekad Mandiri Citra 2018, para peserta sangat terkesan dan dengan penuh semangat akan membuktikan lebih berprestasi untuk meraih kesuksesan di tahun-tahun berikutnya. Sebelum kembali ke daerahnya masing-masing, para peserta melakukan city tour sambil menikmati berbagai aneka kuliner dan wisata belanja di kota Malang. Sampai jumpai di National Meeting PT Tekad Mandiri Citra 2019.(Ef)

Bintang ArthaaTirtayasa Sakti

bergerak dalam bidang peternakan sejak tahun 2010. Perusahaan membantu dalam : 1. Distributor alat-alat ternak berbagai jenis hewan seperti sapi, kambing, kuda, babi dan lain-lain. 2.Menyediakan susu pengganti (CMR = Calf Milk Replacer) dimana kami merupakan distributor merek Eurolac yang kami import langsung dari Belanda 3.Menyediakan peralatan dan membantu pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU). 4.Menyediakan alat–alat ternak dan alat–alat laboratorium untuk Dinas Peternakan 5.Menyediakan obat–obatan untuk hewan


Informasi Perusahaan

Agro Primalab Indonesia

 PT AGRO PRIMALAB INDONESIA berdiri tahun 2004 bergerak dalam bidang penjualan alat-alat kesehatan hewan dan Alat Inseminasi buatan untuk sapi, kambing, babi, kuda dan hewan kesayangan (animal pet). Kami merupakan importir langsung dari merk merk ternama di bidang inseminasi dan alat kesehatan hewan. Kami mempunyai reputasi yang baik dan mempunyai keagenan ternama di dunia veterinair dan alat pertanian. Kami distributor resmi Draminski dari Polandia, yang memproduksi PORTABLE USG dan alat deteksi kebuntingan serta Grain Moisture Meter yang sangat berguna di lapangan serta tahan air (waterproof). kami juga distributor produk Kruuse dari Denmark yang sudah ternama dalam memproduksi alat kesehatan hewan. Untuk container nitrogen cair, kami distributor resmi Chart Inc. dari Amerika dengan brand MVE, Tersedia container lapangan, container depo straw dan depo nitrogen. Allflex untuk animal Ear tag serta IMV Technologies untuk alat inseminasi buatan dan semen processing


Informasi Perusahaan

Majalah Infovet

Bertempat di Restoran Parsley Jl Kaliurang Km 5 Yogyakarta, Minggu 18 Nov 2018, ketua umum PB PDHI (Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia) periode 2018-2022 Drh M Munawaroh MM mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum PB ISPI Prof. Ali Agus. Menurut Munawaroh pertemuan ini dimaksudkan untuk menjalin silaturahmi yang lebih baik sekaligus untuk menjajaki peluang kerja sama yang lebih produktif antara kedua organisasi tersebut di era kepemimpinannya.

Sejak terpilih sebagai Ketua Umum PB PDHI pada Kongres PDHI awal November lalu, Munawaroh aktif melakukan kunjungan ke berbagai daerah antara lain ke pengurus cabang PDHI dan organisasi non teritorial di bawah PDHI.  Kepada Infovet, ia mengatakan kunjungan ke cabang PDHI dimaksudkan untuk menggali aspirasi dari bawah, sehingga ia bisa melakukan perbaikan ke depan bersama pengurus PB yang sebentar lagi akan dilantik.


Informasi Perusahaan